“Menjadi Fakultas Tarbiyah yang unggul dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis wasathiyah dan budaya Melayu pesisir Selat Melaka yang berdaya saing global”
Visi ini merupakan pernyataan arah jangka panjang yang menegaskan
komitmen Fakultas Tarbiyah IAITF Dumai dalam membangun keunggulan akademik yang
tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga memiliki relevansi global. Visi ini
menjadi fondasi utama dalam merancang seluruh kebijakan, program, dan kegiatan
fakultas secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Konsep keunggulan dalam visi tersebut tidak semata dimaknai sebagai
capaian administratif atau akreditasi, tetapi lebih jauh mencakup kualitas
lulusan, kapasitas dosen, produktivitas riset, serta dampak nyata yang
diberikan kepada masyarakat. Fakultas Tarbiyah diarahkan untuk menjadi pusat
keunggulan (center of excellence) dalam bidang pendidikan Islam yang
mampu melahirkan inovasi, memperkuat reputasi akademik, dan memberikan
kontribusi signifikan bagi pembangunan pendidikan.
Penekanan pada pendidikan Islam berbasis wasathiyah mencerminkan
komitmen fakultas dalam mengembangkan paradigma keilmuan yang moderat,
inklusif, dan berimbang. Nilai wasathiyah menjadi landasan penting dalam
membentuk karakter lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi
juga memiliki sikap toleran, terbuka, dan mampu hidup dalam keberagaman
masyarakat.
Integrasi budaya Melayu pesisir Selat Melaka dalam visi fakultas
merupakan bentuk penguatan identitas lokal yang menjadi keunggulan komparatif
IAITF Dumai. Budaya Melayu tidak hanya dipandang sebagai warisan tradisi,
tetapi sebagai sumber nilai, etika, dan kearifan yang dapat memperkaya
pendekatan pendidikan Islam. Dengan demikian, Fakultas Tarbiyah memiliki ciri
khas yang membedakannya dari institusi lain.
Letak geografis Dumai sebagai kawasan pesisir Selat Melaka yang
strategis memberikan peluang besar bagi Fakultas Tarbiyah untuk mengembangkan
jejaring regional dan internasional. Posisi ini memungkinkan terjadinya
interaksi akademik lintas negara, khususnya dengan kawasan Asia Tenggara yang
memiliki kesamaan historis dan budaya Melayu-Islam.
Daya saing global yang menjadi bagian dari visi menunjukkan orientasi
fakultas dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era
internasionalisasi. Fakultas Tarbiyah dituntut untuk mampu menghasilkan lulusan
yang tidak hanya kompeten di tingkat lokal, tetapi juga memiliki kemampuan
adaptasi, literasi global, serta daya saing dalam dunia kerja internasional.
Untuk mewujudkan visi tersebut, diperlukan penguatan pada berbagai aspek
strategis, termasuk pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education
(OBE), peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan budaya riset
dan publikasi ilmiah. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dalam
pembelajaran juga menjadi faktor penting dalam mendukung pencapaian keunggulan
fakultas.
Visi ini juga mengandung makna transformasi kelembagaan, di mana
Fakultas Tarbiyah tidak hanya berfungsi sebagai penyelenggara pendidikan,
tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mampu memberikan solusi terhadap
berbagai persoalan pendidikan di masyarakat. Peran ini menuntut adanya sinergi
antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara
berkelanjutan.
Dengan demikian, visi Fakultas Tarbiyah IAITF Dumai menjadi arah
strategis yang tidak hanya menggambarkan kondisi yang ingin dicapai, tetapi
juga menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh sivitas akademika dalam
membangun fakultas yang unggul, berkarakter, dan berkontribusi nyata dalam
pengembangan pendidikan Islam di tingkat lokal, nasional, maupun global.
Misi
Misi
Fakultas Tarbiyah IAITF Dumai merupakan penjabaran operasional dari visi yang
telah ditetapkan, sekaligus menjadi arah strategis dalam pelaksanaan tridharma
perguruan tinggi. Misi ini dirumuskan untuk memastikan bahwa seluruh aktivitas
akademik, penelitian, dan pengabdian berjalan secara terintegrasi, terukur, dan
berorientasi pada pencapaian keunggulan institusi. Dengan demikian, misi tidak
hanya berfungsi sebagai pernyataan normatif, tetapi juga sebagai panduan
implementatif dalam pengembangan fakultas secara berkelanjutan. Adapun Misi
Fakultas Tarbiyah:
1. Mengembangkan penelitian pendidikan Islam yang kontekstual. Pengembangan penelitian di Fakultas Tarbiyah diarahkan pada
penguatan keilmuan pendidikan Islam yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat
dan perkembangan zaman. Penelitian tidak hanya berorientasi pada pengembangan
teori, tetapi juga pada pemecahan persoalan nyata dalam dunia pendidikan,
seperti inovasi pembelajaran, penguatan moderasi beragama, serta pengelolaan
lembaga pendidikan Islam yang efektif. Pendekatan kontekstual juga diwujudkan
melalui integrasi nilai-nilai lokal, khususnya budaya Melayu pesisir, sebagai
sumber inspirasi dalam pengembangan keilmuan. Dengan demikian, penelitian yang
dihasilkan tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memberikan
kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan pendidikan.
2. Mengembangkan penelitian pendidikan Islam yang kontekstual
Pengembangan penelitian di Fakultas Tarbiyah diarahkan pada penguatan keilmuan
pendidikan Islam yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan
zaman. Penelitian tidak hanya berorientasi pada pengembangan teori, tetapi juga
pada pemecahan persoalan nyata dalam dunia pendidikan, seperti inovasi
pembelajaran, penguatan moderasi beragama, serta pengelolaan lembaga pendidikan
Islam yang efektif. Pendekatan kontekstual juga diwujudkan melalui integrasi
nilai-nilai lokal, khususnya budaya Melayu pesisir, sebagai sumber inspirasi
dalam pengembangan keilmuan. Dengan demikian, penelitian yang dihasilkan tidak hanya
memiliki nilai akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi
masyarakat dan pembangunan pendidikan.
3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat berbasis pemberdayaan
Fakultas Tarbiyah menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud nyata
implementasi keilmuan yang dimiliki sivitas akademika. Kegiatan pengabdian
tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dirancang secara sistematis untuk
mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Fokus pengabdian
diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan masyarakat, penguatan kapasitas
guru dan lembaga pendidikan, serta penyebaran nilai-nilai Islam yang moderat
dan inklusif. Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat dilibatkan secara
aktif dalam proses pengembangan, sehingga tercipta perubahan sosial yang
berkelanjutan dan berdampak nyata.
4. Menguatkan tata kelola fakultas berbasis PPEPP (Penetapan,
Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Fakultas Tarbiyah berupaya membangun sistem tata kelola yang
profesional, transparan, dan berorientasi pada mutu melalui penerapan siklus
PPEPP secara konsisten. Setiap program dan kegiatan direncanakan secara
sistematis, dilaksanakan sesuai standar yang ditetapkan, serta dievaluasi
secara berkala untuk memastikan pencapaian target kinerja. Hasil evaluasi
kemudian digunakan sebagai dasar dalam pengendalian dan peningkatan mutu secara
berkelanjutan. Penguatan tata kelola juga didukung oleh pemanfaatan teknologi
informasi dalam sistem administrasi dan layanan akademik, sehingga menciptakan
efisiensi, akuntabilitas, serta budaya mutu yang kuat di lingkungan fakultas.
5. Mengembangkan kerja sama nasional dan internasional. Fakultas Tarbiyah IAITF Dumai berkomitmen memperluas jejaring kerja
sama sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu dan daya saing institusi.
Kerja sama dilakukan dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun
internasional, dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat. Secara khusus, kerja sama diarahkan pada penguatan kolaborasi di
kawasan strategis seperti Selat Melaka yang memiliki kesamaan historis dan
budaya. Melalui kemitraan ini, fakultas diharapkan mampu meningkatkan kualitas
akademik, memperluas wawasan global sivitas akademika, serta membuka peluang
pengembangan program bersama yang inovatif dan berkelanjutan..
Secara keseluruhan, kelima misi
tersebut saling terintegrasi dan membentuk kerangka kerja strategis yang
komprehensif dalam pengembangan Fakultas Tarbiyah IAITF Dumai. Misi ini
memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tidak hanya berorientasi pada
capaian akademik, tetapi juga pada kontribusi nyata terhadap masyarakat dan
pembangunan peradaban.
Dengan implementasi misi yang
konsisten dan berkelanjutan, Fakultas Tarbiyah IAITF Dumai diharapkan mampu
mewujudkan visi sebagai institusi yang unggul, moderat, dan berdaya saing
global, sekaligus menjadi pusat rujukan dalam pengembangan hukum dan ekonomi
syariah yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Tujuan
Tujuan Fakultas Tarbiyah IAITF Dumai dirumuskan sebagai arah capaian
strategis yang ingin diwujudkan dalam rangka mengoperasionalkan visi dan misi
institusi. Tujuan ini menjadi jembatan antara konsep ideal yang tertuang dalam
visi dengan implementasi nyata dalam bentuk program dan kegiatan fakultas.
Dengan adanya tujuan yang jelas, setiap langkah pengembangan dapat dilakukan
secara terarah, terukur, dan berorientasi pada hasil yang berdampak. Adapun
tujuan Fakultas Tarbiyah IAITF Dumai adalah:
1.
Menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang
pendidikan Islam, menegaskan komitmen Fakultas Tarbiyah dalam mencetak sumber
daya manusia yang memiliki keahlian akademik sekaligus kemampuan praktis.
Lulusan diharapkan tidak hanya memahami teori pendidikan, tetapi juga mampu
mengimplementasikannya secara profesional dalam proses pembelajaran, manajemen
pendidikan, serta pengembangan masyarakat.
2.
Mengembangkan pusat kajian pendidikan Islam
berbasis nilai wasathiyah dan budaya Melayu pesisir, menunjukkan orientasi
keilmuan yang khas dan kontekstual. Keberadaan pusat kajian ini diharapkan
menjadi ruang produksi pengetahuan yang berbasis pada realitas sosial
masyarakat pesisir, sekaligus menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan dan
praktik pendidikan Islam di kawasan Selat Melaka.
3.
Meningkatkan publikasi ilmiah bereputasi nasional
dan internasional, mencerminkan upaya fakultas dalam memperkuat kontribusi
akademik di tingkat yang lebih luas. Publikasi ilmiah menjadi indikator penting
dalam menunjukkan kualitas penelitian serta eksistensi Fakultas Tarbiyah dalam
percaturan keilmuan global.
4.
Mewujudkan tata kelola fakultas yang profesional
dan berbasis digital, menekankan pentingnya sistem manajemen yang modern,
transparan, dan efisien. Digitalisasi tata kelola menjadi langkah strategis dalam
meningkatkan kualitas layanan akademik serta mendukung efektivitas pengelolaan
institusi.
5.
Memperkuat kemitraan dengan lembaga pendidikan,
pemerintah, dan masyarakat, menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mendukung
pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Kemitraan ini diharapkan mampu membuka
peluang bagi pengembangan akademik, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta
kontribusi nyata fakultas dalam pembangunan pendidikan masyarakat.
Secara keseluruhan, tujuan-tujuan tersebut saling
terintegrasi dan membentuk kerangka strategis dalam pengembangan Fakultas
Tarbiyah IAITF Dumai. Setiap tujuan dirancang untuk memperkuat posisi fakultas
sebagai institusi yang unggul, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Dengan demikian, tujuan Fakultas Tarbiyah tidak hanya
menjadi target capaian semata, tetapi juga menjadi panduan dalam memastikan
bahwa seluruh aktivitas fakultas berjalan searah dengan visi dan misi yang
telah ditetapkan, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan
pendidikan Islam di tingkat lokal, nasional, dan internasional.
Strategi
Strategi Fakultas Tarbiyah IAITF Dumai
dirumuskan sebagai langkah operasional yang sistematis untuk mencapai tujuan
dan sasaran strategis yang telah ditetapkan. Strategi ini menjadi kerangka
kerja utama dalam mengarahkan seluruh sumber daya fakultas agar mampu bergerak
secara efektif, adaptif, dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika pendidikan
tinggi serta kebutuhan masyarakat. Dengan strategi yang tepat, Fakultas
Tarbiyah tidak hanya mampu mencapai keunggulan akademik, tetapi juga memperkuat
kontribusinya dalam pengembangan pendidikan Islam. Adapun strategi Fakultas
Tarbiyah sebagai berikut:
1.
Penguatan kualitas pendidikan
berbasis integrasi keilmuan dan kebutuhan dunia kerja. Fakultas Tarbiyah akan mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan
ilmu pendidikan Islam, pedagogi modern, serta praktik pendidikan berbasis
teknologi. Pendekatan ini diperkuat dengan penerapan Outcome Based Education
(OBE), pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta implementasi program Merdeka
Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) guna meningkatkan kompetensi dan daya saing
lulusan.
2.
Pengembangan riset unggulan
yang kontekstual dan berdampak. Fakultas
Tarbiyah akan memfokuskan penelitian pada isu-isu strategis seperti inovasi pembelajaran
pendidikan Islam, manajemen pendidikan, moderasi beragama, serta penguatan
lembaga pendidikan Islam. Riset diarahkan untuk menghasilkan publikasi
bereputasi serta rekomendasi kebijakan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat
dan pemerintah daerah.
3.
Optimalisasi pengabdian kepada
masyarakat berbasis pemberdayaan pendidikan. Fakultas
Tarbiyah akan mengembangkan program pengabdian yang terintegrasi dengan hasil
penelitian, seperti pendampingan sekolah dan madrasah, pelatihan guru, serta
edukasi masyarakat dalam bidang pendidikan Islam. Strategi ini bertujuan
menciptakan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan
masyarakat.
4.
Penguatan sumber daya manusia
yang unggul dan profesional. Fakultas
Tarbiyah akan mendorong peningkatan kualifikasi dosen ke jenjang doktoral,
peningkatan jabatan fungsional, serta pengembangan kompetensi melalui pelatihan
dan kolaborasi akademik. SDM yang berkualitas menjadi kunci utama dalam
meningkatkan mutu pendidikan dan penelitian.
5.
Digitalisasi tata kelola dan
layanan akademik. Fakultas Tarbiyah akan mengembangkan sistem
informasi terintegrasi untuk mendukung proses akademik, administrasi, serta
penjaminan mutu. Digitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi,
transparansi, dan kualitas layanan kepada mahasiswa dan pemangku kepentingan.
6.
Penguatan jejaring kerjasama
strategis. Fakultas Tarbiyah akan menjalin kemitraan dengan
berbagai lembaga, seperti sekolah, madrasah, pemerintah daerah, serta institusi
pendidikan tinggi nasional dan internasional. Kerjasama ini bertujuan untuk
memperluas akses sumber daya, meningkatkan kualitas tridharma, serta memperkuat
posisi fakultas dalam ekosistem pendidikan global.
7.
Pengembangan keunggulan
berbasis kearifan lokal wasathiyah dan tamaddun Melayu kawasan pesisir Selat
Melaka. Fakultas Tarbiyah akan menjadikan identitas
lokal sebagai basis pengembangan keilmuan, sehingga menghasilkan pendekatan
pendidikan Islam yang kontekstual, relevan, dan memiliki nilai diferensiasi
yang kuat.
8.
Penguatan sistem penjaminan
mutu berkelanjutan. Fakultas Tarbiyah akan mengimplementasikan
monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap seluruh program dan kegiatan,
serta memastikan kesesuaian dengan standar nasional pendidikan tinggi. Budaya
mutu ini menjadi fondasi dalam menjaga konsistensi dan peningkatan kinerja
institusi.
