Roadmap Pengembangan Fakultas Tarbiyah IAITF Dumai Tahun 2025–2030 merupakan arah strategis yang disusun untuk mewujudkan transformasi kelembagaan secara bertahap, terstruktur, dan berkelanjutan. Roadmap ini dirancang berdasarkan visi fakultas untuk menjadi institusi unggul dalam pengembangan ilmu pendidikan Islam berbasis nilai wasathiyah dan budaya Melayu pesisir Selat Melaka, dengan orientasi pada daya saing nasional dan internasional.
Secara konseptual, roadmap ini dibangun dalam tiga tahapan utama yang saling berkesinambungan, yaitu tahap fondasi dan konsolidasi, tahap pengembangan dan akselerasi, serta tahap keunggulan dan daya saing global. Ketiga tahap ini mencerminkan proses evolusi fakultas dari penguatan internal menuju ekspansi eksternal dan pengakuan global.
Pada tahap pertama, yaitu Fondasi dan Konsolidasi (2025–2026), Fakultas Tarbiyah difokuskan pada pembangunan sistem dasar yang kuat sebagai pijakan pengembangan jangka panjang. Kegiatan utama pada tahap ini meliputi implementasi awal Outcome-Based Education (OBE), penguatan kurikulum dan RPS berbasis capaian pembelajaran, peningkatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, serta penguatan sistem penjaminan mutu melalui siklus PPEPP. Selain itu, digitalisasi layanan akademik dan pembelajaran mulai dikembangkan sebagai bagian dari transformasi kelembagaan. Pada fase ini, fakultas juga mulai menyusun arah riset dan pengabdian yang berbasis kebutuhan masyarakat serta memperkuat kerja sama di tingkat nasional.
Memasuki tahap kedua, yaitu Pengembangan dan Akselerasi (2027–2028), Fakultas Tarbiyah mulai mengoptimalkan sistem yang telah dibangun untuk menghasilkan capaian yang lebih nyata. Implementasi OBE dilakukan secara penuh dan konsisten, disertai dengan peningkatan kualitas dosen melalui pendidikan lanjut dan sertifikasi. Produktivitas riset dan publikasi ilmiah ditingkatkan, serta mulai dikembangkan jurnal dan pusat kajian pendidikan Islam berbasis nilai wasathiyah dan budaya Melayu pesisir. Pada tahap ini, pengabdian kepada masyarakat diarahkan pada pemberdayaan yang lebih terstruktur dan berdampak. Selain itu, kerja sama nasional dan internasional diperluas, serta tata kelola fakultas mulai mengadopsi pendekatan berbasis data dan teknologi.
Tahap ketiga, yaitu Keunggulan dan Daya Saing Global (2029–2030), merupakan fase pematangan dan pencapaian visi fakultas. Pada tahap ini, Fakultas Tarbiyah diharapkan telah menjadi pusat keunggulan pendidikan Islam yang diakui di tingkat nasional dan mulai memperoleh pengakuan di tingkat internasional. Internasionalisasi pendidikan dan riset menjadi fokus utama, termasuk pengembangan kerja sama lintas negara, pertukaran akademik, serta publikasi internasional. Inovasi pembelajaran berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan digital learning dan kecerdasan buatan, mulai diimplementasikan secara lebih luas. Lulusan diharapkan memiliki daya saing global dengan tetap berakar pada nilai-nilai wasathiyah. Selain itu, fakultas diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan masyarakat dan peradaban.
Seluruh tahapan dalam roadmap ini berlandaskan pada nilai-nilai dasar yang menjadi identitas Fakultas Tarbiyah IAITF Dumai, yaitu integritas, profesionalisme, wasathiyah (moderasi), kolaborasi, inovasi, dan orientasi mutu. Nilai-nilai ini menjadi fondasi dalam setiap proses pengambilan kebijakan dan pelaksanaan program, sehingga pengembangan fakultas tidak hanya berorientasi pada capaian kinerja, tetapi juga pada pembentukan karakter dan budaya akademik yang kuat.
Dengan demikian, roadmap ini tidak hanya menggambarkan arah pengembangan institusi, tetapi juga menjadi panduan strategis dalam memastikan bahwa setiap langkah yang diambil selaras dengan visi besar fakultas. Implementasi roadmap secara konsisten diharapkan mampu mengantarkan Fakultas Tarbiyah IAITF Dumai menjadi institusi pendidikan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di kawasan Selat Melaka dan tingkat global.
